Halo... apa kabar Bapak disana?
Tepat tanggal 4 bulan November 2018 ini genap 5 tahun setelah kepergian mu.
Kami disini baik-baik saja dan akan selalu baik, jadi jangan cemaskan kami disini.
Kami, terutama aku senang sekarang Bapak tidak lagi merasa kesakitan dan sudah tenang bersama-Nya.
Banyak hal yang kau lewatkan, tapi tenang, aku akan ceritakan sekilas ya.
Horeeee, 2 tahun lalu aku sudah wisuda, meskipun Bapak tidak bisa melihatnya secara langsung tapi aku yakin rasa bangga itu akan selalu ada untuk ku. Jadi inget cerita Mama, katanya pas mau berangkat ke Jakarta, ada masalah sama mobilnya di pagi hari. Mungkin Bapak tidak sabar ya, Bapak tenang aja, kami tidak akan melupakan mu. Makanya, Mama dateng ke tempat Bapak buat minta izin berangkat ke Jakarta ke acara wisuda ku dengan slogan "Kuliah 4 tahun enggak pernah nengok, wisuda 1 hari harus hadir!". Hari itu aku ingat sekali bagaimana Kakak Pertama terharu bisa melihat ku wisuda. Dia bilang, "sini peluk, kamu bisa mbak walaupun Bapak udah enggak ada". Waaahh... sangat menyentuh. FYI, Kakak Pertama ku itu orangnya keliatan serem di luar, aku saja tidak begitu dekat dengan dia, karena serem liat wajahnya (hehe).
Nah, sekarang si Adek udah kuliah juga loh. Kampusnya tidak jauh dari tempat kerja Kakak Kedua, jadi Bapak tenang aja, kalau dia tidak punya uang buat makan siang, tinggak dobrak pintu kantor Kakak Kedua aja (ahahaha). Si Adek tuh kerjaannya main mulu tuh, marahin lah ya sama Bapak. Biar dia kapok, masa ngeyel terus kalau aku yang nasehati, kan jadi kezel sendiri.
Sekarang tinggal si Adek ya, mari kita tuntaskan. Tenang aja Bapak, kami saling membahu kok buat si Adek, kan keluarga.
Bapak, Istri Bapak yang cantik itu sungguh strong woman. Bapak pasti tau itu. Mama sempat kerja di kota itu, aku tidak setuju dengan keputusan Mama untuk bekerja. Aku merasa gagal menjadi anak ketika membiarkan Mama banting tulang sendiri mencari nafkah untuk kami. Sedangkan, aku jauh lebih kuat untuk bekerja, meskipun Mama masih muda, tapi tetap aku tidak rela. Aku sangat ingat dengan pesan mu di mimpi yang singkat itu, Bapak bilang aku harus mencari pekerjaan, lalu Bapak pergi dengan cepat. Padahal aku ingin berbicara banyak kepada mu, karena aku sadar saat itu hanya mimpi. Aku sengaja tidak segera membuka mata ku, karena aku tidak ingin Bapak menghilang dengan cepat.
Namun, akhirnya Mama tetap bekerja di kota itu. Oke baiklah, biarkan Mama melakukan hal yang dia inginkan agar dia tidak kesepian di rumah sendirian. Saat itu aku masih berstatus karyawan magang di sebuah konsultan psikologis. Mulai dari saat itu, aku sering menelpon Mama disetiap malam. Aku sadar, Mama butuh teman untuk berbagi keluh kesah terutama setelah bekerja dengan orang lain. Tapi, setelah lebaran tahun ini, Mama tidak lagi bekerja. Mama ada di rumah sekarang. Sehingga ketika aku pulang, tidak hanya ada Bapak di rumah, tapi juga ada Mama. yeaaaaayy..
Oh iya, sekarang Bapak punya tiga orang cucu loh. Dua orang cucu laki-laki dan satunya lagi perempuan. Si cucu perempuan ini sangaaaaaat mirip dengan ku ketika aku kecil, mulai dari wajah, rambut, sampai bentuk badan. Bapak pasti akan bernostalgia dengan masa kecilku dulu.
Bapak, aku sangat merindukan mu. Kenapa sekarang kita jarang bertemu? Apakah Bapak sibuk? Minta ijin untuk bertemu dengan ku walau sebentar ya. Tapi, satu hal yang pasti, aku tahu Bapak baik-baik saja dengan-Nya. Baiklah, sampai disini dulu ya ceritanya. Nanti aku cerita lagi ya Bapak ku saya <3
No comments:
Post a Comment