Sunday, November 11, 2018

5 Tahun Berlalu

Halo... apa kabar Bapak disana?
Tepat tanggal 4 bulan November 2018 ini genap 5 tahun setelah kepergian mu.
Kami disini baik-baik saja dan akan selalu baik, jadi jangan cemaskan kami disini.
Kami, terutama aku senang sekarang Bapak tidak lagi merasa kesakitan dan sudah tenang bersama-Nya.

Banyak hal yang kau lewatkan, tapi tenang, aku akan ceritakan sekilas ya.
Horeeee, 2 tahun lalu aku sudah wisuda, meskipun Bapak tidak bisa melihatnya secara langsung tapi aku yakin rasa bangga itu akan selalu ada untuk ku. Jadi inget cerita Mama, katanya pas mau berangkat ke Jakarta, ada masalah sama mobilnya di pagi hari. Mungkin Bapak tidak sabar ya, Bapak tenang aja, kami tidak akan melupakan mu. Makanya, Mama dateng ke tempat Bapak buat minta izin berangkat ke Jakarta ke acara wisuda ku dengan slogan "Kuliah 4 tahun enggak pernah nengok, wisuda 1 hari harus hadir!". Hari itu aku ingat sekali bagaimana Kakak Pertama terharu bisa melihat ku wisuda. Dia bilang, "sini peluk, kamu bisa mbak walaupun Bapak udah enggak ada". Waaahh... sangat menyentuh. FYI, Kakak Pertama ku itu orangnya keliatan serem di luar, aku saja tidak begitu dekat dengan dia, karena serem liat wajahnya (hehe).

Nah, sekarang si Adek udah kuliah juga loh. Kampusnya tidak jauh dari tempat kerja Kakak Kedua, jadi Bapak tenang aja, kalau dia tidak punya uang buat makan siang, tinggak dobrak pintu kantor Kakak Kedua aja (ahahaha). Si Adek tuh kerjaannya main mulu tuh, marahin lah ya sama Bapak. Biar dia kapok, masa ngeyel terus kalau aku yang nasehati, kan jadi kezel sendiri.
Sekarang tinggal si Adek ya, mari kita tuntaskan. Tenang aja Bapak, kami saling membahu kok buat si Adek, kan keluarga.

Bapak, Istri Bapak yang cantik itu sungguh strong woman. Bapak pasti tau itu. Mama sempat kerja di kota itu, aku tidak setuju dengan keputusan Mama untuk bekerja. Aku merasa gagal menjadi anak ketika membiarkan Mama banting tulang sendiri mencari nafkah untuk kami. Sedangkan, aku jauh lebih kuat untuk bekerja, meskipun Mama masih muda, tapi tetap aku tidak rela. Aku sangat ingat dengan pesan mu di mimpi yang singkat itu, Bapak bilang aku harus mencari pekerjaan, lalu Bapak pergi dengan cepat. Padahal aku ingin berbicara banyak kepada mu, karena aku sadar saat itu hanya mimpi. Aku sengaja tidak segera membuka mata ku, karena aku tidak ingin Bapak menghilang dengan cepat.

Namun, akhirnya Mama tetap bekerja di kota itu. Oke baiklah, biarkan Mama melakukan hal yang dia inginkan agar dia tidak kesepian di rumah sendirian. Saat itu aku masih berstatus karyawan magang di sebuah konsultan psikologis. Mulai dari saat itu, aku sering menelpon Mama disetiap malam. Aku sadar, Mama butuh teman untuk berbagi keluh kesah terutama setelah bekerja dengan orang lain. Tapi, setelah lebaran tahun ini, Mama tidak lagi bekerja. Mama ada di rumah sekarang. Sehingga ketika aku pulang, tidak hanya ada Bapak di rumah, tapi juga ada Mama. yeaaaaayy..

Oh iya, sekarang Bapak punya tiga orang cucu loh. Dua orang cucu laki-laki dan satunya lagi perempuan. Si cucu perempuan ini sangaaaaaat mirip dengan ku ketika aku kecil, mulai dari wajah, rambut, sampai bentuk badan. Bapak pasti akan bernostalgia dengan masa kecilku dulu.

Bapak, aku sangat merindukan mu. Kenapa sekarang kita jarang bertemu? Apakah Bapak sibuk? Minta ijin untuk bertemu dengan ku walau sebentar ya. Tapi, satu hal yang pasti, aku tahu Bapak baik-baik saja dengan-Nya. Baiklah, sampai disini dulu ya ceritanya. Nanti aku cerita lagi ya Bapak ku saya <3

Coretan Saat Ini

Dan aku tersudut ditemani dinding yang setia mengajaku berbicara memecahkan keheningan ini. Banyak rencana yang sebagian besar hanya menjadi sebuah rencana. Banyak rencana yang bahkan aku sendiri belum yakin untuk mengubahnya menjadi mantan rencana. Satu persatu rencana itu kadaluarsa dan disetiap prosesnya hanya dapat aku sesali. Kenapa aku selalu merasa ragu terhadap rencana ku itu? Lalu jika aku ragu, untuk apa aku membuatnya? Tapi bukankah setiap orang boleh membuat rencana?
Kemudian tiba-tiba muncul dibenak ku sebuah kata yang sangat familiar dan sedikit aku benci, yaitu kata “sendiri”.
Kenapa “sendiri” itu selalu membayang-bayangi ku? Kenapa aku selalu merasa “sendiri”? kenapa “sendiri”? Sen-di-ri? Apa itu sendiri? Sendiri itu apa ya? Kenapa “sendiri” selalu menemani ku?
Banyak orang bilang, “kamu ga sendiri kok, kami selalu bersamamu”. Tapi apakah kalian tau bahwa kalimat yang terdiri atas 7 kata itu tidak menggoyahkan kuatnya 1 kata yang mungkin sudah tertanam dalam sini. Satu hal yang aku sadari penuh bahwa kesendirian itu memang datangnya dari diriku sendiri. Jadi jika ingin menghilangkan kesendirian juga harus dating dari diri sendiri. Aku tersangkanya? Ya!
Aaahhhh… sekarang pake bahasa non-formal biar gahol…
Dampak yang ditimbulkan kalo orang udah ngerasa “sendiri” itu salah satunya adalah “cemburu”. Ini si menurut apa yang aku rasain aja ya. Contohnya nih, cemburu ketika kita ga bisa ikut main sama temen-temen sedangkan mereka foto-foto bareng, otomatis ga akan nongol muka kita kan di foto itu. Fakta bahwa kita ga akan nongol di arsip foto mereka itu sangat menyedihkan dan yang paling menyedihkan adalah kita tau dengan sendirinya tanpa mereka kasih tau. Ouuchh… menyayat hati (hatiku aja kali ya).
Terus kalo udah lebay-lebay bilang hal ini menyayat hati, muncul pertanyaan “kenapa kamu ga ikut aja? Lebay amat”. Haha ini ujung-ujungnya curhat yaa… depannya udah gaya-gayaan kaya penulis blog professional eeeh ujungnya curhat ga penting juga. Semoga temenku yang satu itu juga ga baca, amiiin.
Nasehat buat diri sendiri:
Kalo kamu ga mau ngerasa sendiri, yang pertama cobalah untuk tidak egois. Banyakin ngobrol sama temen. Jangan nunggu temen yang hubungin kamu, tapi kamu duluan yang hubungi mereka! Ga mau? Balik lagi kekalimat pertama.
The Power of Introvert? Bahkan aku terlalu pesimis untuk kalimat itu.

Tapi sebagai orang yang beriman harus bias selalu optimis! Oke aku optimis! Optimis optimis optimis! Fighting!

10 Juli 2015

Hanya Ingin Curhat

JANGAN DIBACA! INI NOTHING.
maaf mungkin tulisan ini ga ada manfaat atau faedahnya buat siapa pun, tapi aku cuma mau corat coret aja. mau curhat di buku, rasanya males bgt mau nulisnya pegel. mau curhat sama orang, rasanya ga penting bgt curhatan ku ini buat orang yang dengerin. jadi yaudah nulis di sini aja mumpung ada internet.

kemaren tuh tgl 29 mei aku ada libur nyampe tgl 7 juni, tadinya aku pengen pulang tp kok ya muncul rasa males karena perjalannanya lamaaaa... apalagi dompet lagi tipis bgt. jadinya aku ga pulang. aku tuh pengen pulang karena, udah lama bgt dari tgl 29 desember 2014 sampai sekarang tgl 7 juni 2015 aku blm pulang. kangen bgt pengen ketemu ibu bapak kakak adek kakek nenek keponakan. ini rekor terbaruku lebih dari 5 bulan belum pulang ke rumah. sebenernya sebulan ga pulang aja rasanya kangen bgt. kalo rasa rasanya aku kepengen nangis tp ga tau penyebabnya apa, itu artinya tanda tanda aku lg kangen berat sama keluarga. dan aku terus menekannya selama 5 bulan belakangan ini. kemaren itu nyesel karena ga jadi pulang, ya namanya juga penyesalan. tp setidaknya penyesalan itu sedikit berkurang karena di hari ulang tahun ku yg ga bikin aku excited itu, ada temen temen ku dateng ke rumah. itu membuatku lebih baik. kenapa ya aku selalu mikir kalo setiap orang berbuat baik kepadaku itu sangat berarti bagi ku? sedangkan aku mikirnya kalo aku tu ga ada artinya buat mereka? ga ada yg bisa aku lakukan. aku berusaha menghilangkan pikiran negatif ku ini, tp selalu muncul. entahlah. anyway terimakasih banyak ya teman teman udah dateng udah ujan ujannan bareng makan bubur bareng, kalian bikin hariku ga seburuk yg sudah aku pikirkan.

pas di rumah sakit, aku ketemu orang. kata dia, dia bisa ngitung ngitung nama orang. kata dia, aku itu orangnya ga tegaan, gampang nangis, paling susah kalo dinasehatin, plin plan. pengen deh ada orang lain yg tau sifat ku itu. ya walaupun ga ada manfaatnya juga, tp aku haus akan perhatian (yeelaaah kasian amat idup lu sri). entahlah.....

sudahlah, terimakasih udah mau dicorat coret yaa gugle. maaf ini penulisannya ga bener, banyak singkatan ga jelas, dan kurang bermanfaat. terimakasiih :) 

miss you ibu bapak dan semuanya.
(pindahan dari blog sebelah)
06 Juni 2015